8 Jurus Menjadi Team Player

8 Jurus Menjadi Team Player
Love Your Work Mon, 08 Jan 2007 14:30:00 WIB
Oleh: Dr. Ab Susanto
Managing Partner The Jakarta Consulting Group

Lingkungan bisnis yang berubah turut mengakibatkan berubahnya orientasi karir dan cara kerja. Semakin jarang ditemukan orang dengan semboyan “pekerjaan seumur hidup” (jobs for life). Dalam perjalanan karirnya, sudah biasa bagi seseorang berpindah-pindah pekerjaan dalam waktu yang relatif singkat. Konsekuensinya, mereka akan menghadapi beragam orang yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda di setiap lingkungan kerja yang baru. Padahal, kerjasama dengan orang-orang inilah kunci untuk mendulang sukses.

Inilah yang menyebabkan semakin pentingnya seorang karyawan memiliki skill dan kemampuan untuk bekerja dengan orang lain dalam sebuah tim atau dengan kata lain, semakin banyak perusahaan yang mencari karyawan yang memiliki people skill. Terlihat dalam banyak iklan lowongan pekerjaan, yang mengharuskan para kandidat agar mampu menjadi seorang team player yang baik.

Menurut John Castro, CEO Merrill Corporation, di masa lalu kemampuan untuk bekerjasama dalam tim hanya diperlukan bagi proyek-proyek tertentu. Namun sekarang telah menjadi keharusan bagi banyak jenis pekerjaan. Dahulu, agar dapat diterima dalam suatu pekerjaan, seorang calon karyawan hanya akan ditanya tentang pencapaian pribadi dalam pekerjaan sebelumnya. Namun sekarang, perusahaan ingin mengetahui apakah anda seorang team player dan mereka akan menanyakan prestasi apa saja yang pernah dicapai pada saat karyawan tersebut bekerja dalam sebuah tim. Beberapa hasil studi menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen organisasi mengandalkan kerja tim dalam menjalankan proyek-proyeknya. Jadi, kemampuan untuk bekerja dalam tim adalah salah satu syarat untuk kesuksesan dalam karir, seperti mendapatkan promosi jabatan. Tentu saja ada faktor-faktor lainnya yang mendukung kesuksesan karier seorang karyawan.

Tentu saja, semakin tingginya jabatan yang dimiliki oleh seseorang mengharuskan orang tersebut semakin memiliki kemampuan yang balk untuk bekerja dalam tim. Sebenarnya, setiap pekerjaan memerlukan kerjasama tim, walaupun dalam derajat yang berbeda-beda. Jadi, menjadi seorang team player yang balk sama pentingnya dengan menjadi seorang pemimpin yang baik. Adalah penting untuk mengakui dan memahami kekuatan dan kualitas rekan kerja kita. Jika misalnya sekelompok yang qualified tidak mampu bekerjasama, maka tim tersebut akan gagal mencapai tujuannya. Demikian pula jika dalam sebuah tim tidak terdapat kualitas kepemimpinan yang baik, tentu saja tim ini juga akan gagal mencapai tujuannya. Keberhasilan sebuah tim tidak hanya tergantung dari pimpinannya, tetapi juga tergantung dari para anggotanya.

Pertanyaannya sekarang, apa yang harus dilakukan agar seseorang dapat menjadi team player yang baik dan efektif? Berikut delapan jurus yang merupakan rangkuman dari berbagai pendapat pakar.

Pertama, tanamkan rasa tanggung jawab atas setiap tugas yang dibebankan. Hal yang sering menyebabkan anggota tim tidak menyelesaikan pekerjaannya dengan baik adalah kurangnya pemahaman mengenai peran mereka dalam tim. Jadi setiap anggota tim harus memahami dengan benar apa perannya dalam tim. Tanyakan hat-hat yang belum dipahami. Jika terdapat kesempatan, ambillah tanggung jawab tugas-tugas yang ada, termasuk yang berada di luar lingkup peran yang kita jalankan pada saat ini. Tunjukkanlah pada orang lain bahwa kita adalah orang yang mau bekerja keras dan mau belajar. Jika kita diberikan penugasan lalu dalam pelaksanaannya menemui kendala, terlepas apakah kendala tersebut berada di luar kontrol kita atau bukan, cobalah semaksimal mungkin mengatasinya. Janganlah menyalahkan anggota tim lain.

Kedua, cobalah berperan seperti layaknya seorang coach. Jika anda memiliki keahlian dalam satu hal, cobalah ajarkan dan latih orang lain melakukannya. Karena pengetahuan kita tidak akan berkurang dengan memberikannya kepada orang lain, bahkan akan bertambah. Hal ini terutama dapat ditujukan bagi anggota-anggota yang masih baru atau lebih muda.

Ketiga, bersikaplah terbuka. Doronglah diskusi dan free thinking dengan anggota-anggota tim lain. Hargailah pendapat orang lain. Anggaplah setiap anggota tim sebagai orang penting. Jangan memiliki asumsi-asumsi atau dugaan-dugaan tertentu, khususnya yang bersifat negatif terhadap orang lain. Ketika mencoba mengimplementasikan ide-ide orang lain, hindari kritikan. Kritikan-kritikan yang diungkapkan akan membuat kecewa orang lain dan membuat mereka menjadi kurang terbuka untuk kembali memberikan saran-saran. Yang paling penting, Anda harus terbuka terhadap berbagai umpan balik yang diberikan, jangan bersikap defensif terhadap umpan balik tersebut. Jadi, komunikasi yang terbuka bukan sekadar usaha menciptakan lingkungan yang memungkinkan setiap anggota tim bebas mengemukakan pendapatnya, tetapi juga mencakup kesediaan anggota tim untuk saling mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain. Jika terlibat perselisihan atau konflik dengan anggota lain, cobalah selesaikan dengan hati-hati.

Keempat, bersikaplah ramah dan bersahabat dengan anggota-anggota tim yang lain. Jangan ragu-ragu memberikan pujian. Belajarlah dari orang lain termasuk dari kegagalan mereka. Ini bertujuan untuk menghindarkan kesalahan-kesalahan yang sama di masa mendatang. Tidak ada salahnya sekali-sekali kita memberikan bantuan kepada anggota tim lain untuk hat-hati di luar masalah pekerjaan. Cobalah mengambil tugas-tugas yang tidak biasa atau belum bersedia dilakukan oleh orang lain. Sikap, tindakan, dan perilaku yang kita tunjukkan di atas pastilah akan dihargai oleh orang lain.

Kelima, jadilah contoh bagi orang lain. Kita sering mengeluh tentang situasi yang sebenarnya mampu untuk kita perbaiki sendiri. Cobalah lakukan perbaikan bila menemui situasi tersebut di atas. Ambillah inisiatif tanpa perlu menunggu orang lain.

Keenam, bersikaplah profesional. Meskipun setiap anggota tim termasuk kita, memiliki karakter yang berbeda-beda, namun sebagai bagian dari tim kita harus semaksimal mungkin mengesampingkan perbedaan-perbedaan tersebut demi tercapainya tujuan tim. Walaupun bekerja dalam sebuah tim yang terdiri dari rekan-rekan kerja yang bisa jadi merupakan saingan kita dalam meraih promosi jabatan, seorang karyawan harus menemukan cara yang tepat untuk berkolaborasi dengan anggota tim lainnya.

Ketujuh, jagalah hubungan baik dengan orang lain. Karena hal-hal di atas mustahil dilakukan tanpa adanya hubungan baik dengan anggota tim lain. Bangunlah kepercayaan karena kepercayaan adalah dasar dari sebuah tim yang efektif. Tanpa adanya kepercayaan, tim tidak lebih dari kumpulan individu yang bekerja pada tempat dan waktu yang sama.

Kedelapan, bersikaplah dengan penuh antusias. Sikap antusias ini dapat memberi pengaruh kepada orang lain, bukan hanya akan membuat kita merasa lebih baik sebagai bagian dari sebuah tim, namun juga dapat membuat anggota tim lain lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya.

Cobalah untuk menerapkan kedelapan jurus ini, maka Anda akan menjadi team player yang handal dan jalan karier pun akan membentang luas di depan Anda. (*)
 
 
Sumber: Male Emporium
 

~ oleh tepe21 di/pada September 13, 2007.

Tinggalkan Balasan