TIP’S AGAR BISA MENABUNG
Waktu saya masih bujangan alias belum menikah merasa sulit sekali untuk menyisihkan uang untuk menabung. Jangankan untuk menyisihkan Rp. 100,000 perbulan, Rp. 50,000 ribu aja rasanya seperti mengambil air dengan wadah yang bolong bawahnya. Ya, uang yang saya rencanakan untuk saya tabung selalu saja keluar untuk membeli hal hal yang menurut kita perlu.
Saat jalan jalan melihat ada kemeja bagus, kemudian terlintas di pikiran kita “wah. bagus juga nih kemeja, corak ini saya belum punya”.. lalu dengan sukarela uang yang rencananya untuk di tabung segera berpindah tempat, dari dompet ke dalam drawernya kasir.. Begitu juga ketika jalan jalan ke toko buku melihat ada buku yang menurut kita bagus langsung deh.. tanpa pikir panjang apakah nanti buku itu akan di baca atau tidak langsung kita bayar..
Begitulah seterusnya, hingga kita tidak pernah bisa menabung. apalagi godaan untuk mengeluarkan uang pada saat ini sungguh luar biasa. Boleh dibilang setiap jam kita disuguhkan tayangan atau gambar yang menarik perhatian kita untuk segera memilikinya.
Lantas bagaimana kita menyiasatinya agar bisa menabung? apakah dengan berdiam diri dirumah, mematikan tv, radio dan lain lainnya?
Saya rasa tidak mungkin kita melakukan itu semua kecuali orang yang ingin mengasingkan diri..
Sebetulnya mudah sekali cara agar kita bisa menabung yaitu dengan mengubah paradigma kita terhadap menyisihkan uang untuk di tabung. Sebagian orang (mungkin saya pada waktu itu) beranggapan bahwa menabung adalah dari uang sisa pengeluaran kita sebulan. Nah cara pandang ini kita balik, menabung harus di masukkan kedalam prioritas utama kita.
Saya ilustrasikan sebagai berikut:
Paradigman Lama:
Pendapatan gaji Rp.1,000,000.-
Belanja Bulanan Rp. 500,000,-
Bayar Listrik Rp. 150,000,-
Bayar Sekolah anak Rp. 100,000,-
Transport ke kantor Rp. 150,000,-
Total pengeluaran Rp. 900,000,-
Sisanya adalah Rp. 1,000,000 – Rp. 900,000,- = Rp. 100,000,-
Sisanya inilah yang rencananya untuk di tabung.
Sekarang kita rubah paradigma kita, bahwa menabung kita masukkan dalam prioritas pengeluaran kita.
Sehingga bentuk neraca keuangan kita menjadi seperti berikut ini:
Paradigman Baru:
Pendapatan gaji Rp.1,000,000.-
Menabung Rp. 100,000,-
Belanja Bulanan Rp. 500,000,-
Bayar Listrik Rp. 150,000,-
Bayar Sekolah anak Rp. 100,000,-
Transport ke kantor Rp. 150,000,-
Total pengeluaran Rp.1,000,000,-
Sisanya adalah Rp. 1,000,000 – Rp. 1,000,000,- = 0
Nah dengan demikian mau tidak mau kita sudah memaksakan diri untuk menjadikan menabung sebagai salah satu bentuk pengeluaran wajib.
Dengan memaksakan menabung menjadi pengeluaran wajib, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak mempunyai uang tabungan.
Mungkin saja konsep dasar ini sudah pernah anda ketahui sebelumnya, tetapi hingga saat ini pun anda masih kesulitan untuk menabung, berarti tinggal faktor kemauan atau niat anda yang harus di perkuat lagi.
Teguh Prasetyo.

Tinggalkan Balasan