KEWAJIBAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTRI
Banyak buku atau kajian yang membahas mengenai kewajiban seorang suami. Secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua.
Pertama adalah kewajiban Lahiriah dan kedua adalah Kewajiban Bathiniah.
Untuk kewajiban lahiriah ini banyak sekali yang utama adalah memberikan sandang, pangan dan papan (pakaian, makan, dan tempat tinggal) bentuk nafkah ini adalah materi yang berkaitan dengan jasad.
Memberikan makanan yang baik dan halal, memberikan pakaian yang baik dan sesuai syariat, memberikan tempat tinggal dimana istri bisa istirahat, tidur, beribadah dan melakukan aktifitas lainnya, itu semua merupakan contoh dari nafkah lahiriah yang wajib kita berikan kepada istri.
Untuk kewajiban bathiniah sebagian orang menitik beratkan kepada masalah sex. Padahal kalau di kaji lebih luas lagi ada yang lebih penting dari pada masalah sex ini Yaitu Ilmu. Banyak orang yang mengabaikan nafkah bathin yang satu ini.
Karena begitu banyaknya kesibukan kita, terkadang kita lupa memberikan ilmu atau memberikan pengajaran kepada istri kita. Kita sering beranggapan toh istri kita sudah ikut ta’lim, sudah ikut pengajian di masjid, atau istri kita ustadzah sudah pasti akan mendapatkan ilmu.
Namun sudahkan terpikirkan dalam benak kita, bahwa suatu saat nanti kelak di akhirat anak istri kita mengatakan bahwa kita tidak pernah mengajarkan ilmu (agama), kita tidak pernah mengajarkan sholat, tidak pernah mengajarkan al-Quran, padahal pada waktu seserahan mahar kita memberikan sajadah dan al-Quran. Kita tidak perhatikan bagaimana istri dan anak kita berpakaian, bagaimana istri dan anak kita bertingkahlaku.
Semoga saja kita bisa menjaga diri kita dan keluarga kita dari siksa apa neraka, sebagaimana tertulis dalam al-Quran surat At-Tahrim ayat 6: yang artinya:
” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Tinggalkan Balasan